Ketika Warda hendak pulang, papanya Mika masih berusaha mengejar dan mencoba untuk menemui Mika. "Maaf, saya tidak pernah ada niatan untuk melarang Anda menemui Mika. Tetapi jika putri Anda sendiri tidak mau maka jangan salahkan saya, " kata Warda menegaskan. Desty hanya memantau saja, jika memang sudah di luar batas maka dia baru akan maju. "Kalau begitu bolehkah saya meminta nomor telepon Anda? Jika nanti ada apa - apa mengenai Mika saya mohon hubungi saya. " Warda ingin menolak, tetapi dia tidak tega juga. Akhirnya mau tak mau memberikan nomor telepon nya juga. Setelah itu Warda berpamitan pulang, ada rasa kasihan dan juga kekesalan yang susah dibedakan. "Warda, aku lihat lelaki itu licik. Kamu jangan sampai terkecoh, " ucap Desty. "Loh, dilihat dari mana? " tanya Warda pen

