"Gudeg buatanmu mirip sekali dengan buatan Ibu. Sungguh luar biasa bahkan kenapa bisa seenak ini." Pak Surya jelas memuji masakan menantunya. Safiya hanya tersenyum. Nenek pun kembali menyuap sesendok nasi lengkap dengan lauk telur bacem serta gudeg. Makanan tersebut hasil masakan istri cucunya. Benar setelah dirasa berani jamin gudegnya lembut banget manis dan gurihnya pas. "Bagaimana, bu?" tanya pak Surya pada ibunya. "Emm enak sekali, pas." Puji sang nenek yang selama ini tak begitu suka dengan Safiya. Karena nenek berkaca dari asmara lalu tentang Flo. Nyatanya Safiya gadis belia itu bisa masak kesukaannya dan bisa seenak itu. "Istri siapa dulu, pa, nek." Sahut Abram. Safiya tersenyum malu. Mama dan Loly pun ikut bicara. "Seenak ini ya?" "Ya, aku nggak bohong. Masakanmu

