Setelah lima hari berdiam di goa, tenaga Meishin sudah pulih seperti sediakala. Pagi itu, kedua insan yang sedang jatuh cinta itu sepakat bepergian bersama. Mereka menuju Selatan menyusur sungai Bangau. Di jaman itu, sungai merupakan lalu lintas paling mudah dan murah bagi para pelancong dan pedagang. Orang hanya perlu menyewa perahu milik perguruan dan keamanan mereka pasti terjamin. Sepasang kekasih itu menyewa perahu berukuran sedang yang cukup untuk tujuh delapan orang penumpang. Di bagian tengah ada gubuk beratap daun nyiur, tempat penumpang berlindung dari panas mentari. Tukang perahu seorang lelaki kurus berusia separuh baya dibantu seorang anak remaja. "Kami hanya sampai di batas Gangxi saja, anak muda," kata pemilik perahu ketika Jiu Cien minta diantar sampai daerah yang terdekat

