Lyssa menimbang-nimbang, kali ini serius berpikir, karena dari matanya pun dia tahu bahwa Rainier juga serius. “Nantilah, Rain. Kita pikirkan lagi jika sudah masuk usia legal menikah.” “Janji?” Mata Rainier yang begitu intens membuat Lyssa mengalihkan pandangan, menoleh gugup ke kanan dan ke kiri. “Hm?” tanya Rainier lagi. Lyssa manyun, “Tahu gak sih, Rain, kamu tuh maksa banget....” “Maaf.” Wajah Rainier tidak terlihat seperti minta maaf pun. “Andai aku seorang penulis novel, aku pasti sudah menulis cerita berjudul Dipaksa Menikah oleh Ketua Mafia,” ujar Lyssa. Rainier tersenyum samar, tapi tetap serius, mengembalikan wajah Lyssa kembali melihat ke arahnya. “Aku bukan mafia, Lyssa.” “Hmph! Pokoknya kalau sekarang, aku tidak bisa, Rainier. Paksa aku lagi jika aku sudah berusia d

