172. Benang Merah

1270 Kata

“Yay!” teriak Rangga senang. Melihati menu dengan mata berbinar. “Pesan yang banyak,” kata Lyssa. “Hahaha. Aku beneran pesen banyak lho, Kak.” “Mm, nggak papa.” Lyssa melihat menu yang terselip di bawah kaca meja. Dia sedang tidak ingin makan.. mungkin es krim saja cukup, lalu pulang, lalu tidur.. “Kakak, aku pesenin ini, ini, ini, sama ini,” Rangga menunjuk menu yang dia mau. “Oke,” balas Lyssa pendek. Selesai pelayan datang menanyakan pesanan, mata Rangga membulat lebar-lebar. “Kakak pesen es krim doang??” “Tadi aku sudah sarapan di rumah.” “Ah, Kak! Jadi gak enak lah aku.” Lyssa tadi memang sengaja membacakan pesanan Rangga sebelum mengucapkan pesanannya sendiri. Gadis itu tersenyum-senyum, merasa sukses telah menipu Rangga biar makan banyak-banyak. “Tidak papa.. Nanti aku te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN