Gadis itu terbangun kaget. “Huh? Aku di mana?!” Gadis cantik itu gugup menoleh ke kanan dan ke kiri, tangannya gugup terangkat, memegangi kepalanya yang berdenyut sakit. Memori demi memori mampir ke otaknya tentang kejadian semalam. Embusan dingin AC menyadarkan.. Gadis itu menunduk, melihati piyama merah satin yang ia kenakan. Matanya merah berkaca-kaca saat tangan rapuhnya bergetar kala mengintip masuk ke baju atasan. “Arrghhh.....!!!” gadis itu berteriak, histeris saat melihat tubuhnya polos tak berpakaian dalam. Air mata deras mengalir dari pelupuknya. “Hiks, hiks. Gilang b**ngsek...!!” Gadis itu bangkit dari kasur, memegangi kepalanya yang pening berdentum-dentum. Tak sengaja, ia melihat pantulan wajahnya di kaca rias. Melihat tampilan kusutnya, gadis itu semakin histeris. B

