Lyssa mengusap kasar air matanya yang jatuh tak diundang. Karyawan wanita lain menundukkan kepala, kembali pada pekerjaan masing-masing. Sejak masuk usia dewasa, tubuh Lyssa semakin berkembang. Pinggul menyempit, d-da membesar, p-ntat membesar.. dipakaikan pakaian apa pun,tubuhnya akan selalu terlihat s-nsual. Membuat Lyssa semakin membenci dirinya sendiri. Menunggu sampai hasil fotokopiannya selesai, gadis itu kembali ke kubik kerjanya. Kejadian-kejadian hari ini sungguh membuatnya lelah, dia sepertinya tidak sanggup lagi jika harus menahan segala bentuk pelecehan seksual dari atasannya. Apalagi setelah bertemu adik kelasnya tadi pagi, dia tiba-tiba merasa ketakutan jika orang-orang dari masa lalu satu per satu akan berdatangan menemuinya. Jari lentik gadis itu mengetik cepat, membuka

