165. Perpisahan

1203 Kata

“Lemah, lemah, lemah!” Gadis itu memukul-mukul lantai hotel dengan kepalan kecilnya. Air mata frustrasi keluar begitu saja. Betapa dia ingin bangkit, tak ingin terpuruk hanya karena ditinggal seorang pria. Tapi huh.. Rainier sudah meniduriku. Bagaimana ini ... Bagaimana jika Rainier tiba-tiba bilang putus dan menceritakan pada semua orang kalau dia sudah meniduriku..? Bagaimana jika semua laki-laki akan menganggapku remeh karena sudah tak lagi perawan..?? Gadis itu gugup menggigiti kuku-kuku tangan. Kuku Lyssa sampai habis, lecet ia gigiti. Drrt.. drrt.. getar panjang masuk. Lyssa gemetaran meraih ponselnya. ‘Daddy Rainier memanggil.’ Jantung Lyssa berdegup kencang. Untuk apa Rainier menghubungiku? Apa dia akan bilang putus? Lyssa gugup menggigit bibir, darah segar mengalir dari bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN