Kinara yang sudah di rumah sakit, terkejut mendengar kabar dari Fumiko begitu juga sebaliknya. Kinara bergegas ke sekolah sementara Fumiko lari ke rumah sakit dengan amarah meluap. Mereka berdua tidak akan memaafkan orang-orang yang mereka cintai. Fumiko melihat napas suaminya yang sudah stabil, Jo nyengir melihat Fumiko datang dengan napas terengah-engah. "Tidak usah khawatir, lukanya tidak dalam dan sudah mendapat jahitan. Sepertinya suami kamu shock sampai pingsan. Pria yang hidupnya tenang tanpa masalah pasti akan shock dilukai seperti ini." Fumiko merosot ke lantai dan menghela napas lega. Jo melihat kondisi Dimas yang sudah tidur pulas. "Yah, mungkin ini juga faktor lelah." Fumiko melihat jam di handphone dan menebak Kinara pasti sudah tiba di sekolah. Kinara melihat si kem

