Bab 20. Ayo Main di Ranjang

1114 Kata

Waktu berlalu begitu cepat, sampai akhirnya orang tua Nilam pulang ke rumah setelah satu bulan pergi. Hari ini, Nilam seperti biasa, berangkat ke kampus. Ruangan sudah hampir penuh, dia memilih duduk di bangku belakang. Kursi di sebelahnya kosong — tidak ada lagi Nizam yang biasanya melontarkan komentar iseng sebelum kuliah dimulai. Tirta masuk ke kelas dengan gaya khasnya. Kemeja lengan panjang digulung sampai siku, tas di pundak, dan tangan kiri membawa papan absen. Dia meletakkan tas di kursi, lalu mulai memanggil satu per satu nama mahasiswanya dengan suara yang tegas tapi santai, kadang diselingi senyum tipis. Sampai akhirnya, tanpa sadar, dia menyebut, “Abraham Nizam Dewanto” Kelas mendadak hening sejenak. Beberapa mahasiswa saling pandang sebelum mulai menahan tawa. Nilam menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN