Bab 13. Sesama Korban Cinta

1108 Kata

Tirta menerima suapan berikutnya, tapi tiba-tiba alisnya terangkat dan wajahnya sedikit meringis. “Pedasnya nampol banget, Nil,” ujarnya sambil menahan napas. "Aku nggak tahan pedes." “Astaga, maaf, Pak. Di suapan tadi aku kasih tempe oreknya kebanyakan.” Nilam buru-buru mengambil gelas berisi es teh melati milik Tirta yang ada di meja, dan menyodorkannya ke Tirta. “Cepat minum, Pak!” "Thanks, Nil." Tirta meneguk air itu setengahnya dalam sekali teguk. Namun karena tergesa, ada sedikit air menetes dari sudut bibirnya. Tanpa berpikir panjang, Nilam mengambil tisu dari meja dan meraih dagu Tirta dengan lembut. “Diam dulu,” bisiknya sambil mengusap sudut bibir pria itu. Jemari Nilam bergerak hati-hati, menghapus sisa air sambil matanya tak sengaja bertemu dengan tatapan Tirta. Ada sesuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN