Bab 11. Ternyata Saling Terhubung

1385 Kata

"Wow, bener-bener a real dream wedding come true," batin Nilam tersenyum kecut. "Ayo kita masuk, Ma!" Nizam menarik tangan ibunya penuh semangat. Lorong hotel pagi itu dipenuhi tamu yang melangkah menuju aula besar, tempat resepsi pernikahan berlangsung. Denting musik lembut mengiringi langkah para tamu yang hendak memberikan ucapan selamat kepada pengantin. Aroma bunga segar dari rangkaian bunga menguar di udara, berpadu dengan bau parfum mahal para tamu undangan. Nilam menggenggam tangan kecil Nizam erat-erat. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, bukan hanya karena akan berhadapan dengan Zamil, sang mantan suami tapi juga karena tahu di pelaminan nanti berdiri Orin, perempuan yang dulu pernah dia anggap sahabat. Napasnya ditarik dalam-dalam, mencoba terlihat tenang di hadapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN