Dua kotak makan sudah terisi rapih. Dengan telaten Ayna memasukan ke dalam tas Alaska dan juga ke tas kecil untuk suaminya. Hari ini suaminya tidak ikut sarapan karena buru-buru. Maka dari itu Ayna memilih membawakan bekal agar nanti bisa dimakan di kantor. Selain nasi Ayna juga membawakan roti untuk dimakan di mobil. Setelah mengurus suaminya di kamar Ayna turun menuju ruang makan. Di ruang makan kedua anaknya anteng duduk sambil menikmati sarapan. Melihat itu Ayna pun senang karena merasa semuanya bisa dibilangin. “Bang, kamu berangkat sama Ayah, ‘kan? Bekalnya jangan lupa dimakan, pokoknya semangat untuk hari ini.” Ayna tersenyum lebar, tangannya terulur mengusap pucuk kepala Alaska. Pasalnya mulai hari ini kegiatan anak sulungnya akan bertambah. Tidak lagi siang, tetapi dia akan pula

