Bab 19

1187 Kata

***...*** Wajah-wajah tegang tampak disana. Tedi mengumpat kesal dalam hati atas penolakan Sofia. "Papah tahu kamu pasti marah atas semua kejadian dimasa lalu. Tapi, papah juga menyesalkan semuanya. Dan papah harap kamu mau memaafkan papahmu ini. Marilah kita berdamai dan menjadi keluarga seutuhnya." Tedi berusaha merendahkan suaranya, dia melirik kearah Richard yang masih memasang wajah dingin disana, namun genggaman tangannya tak lepas dari Sofia. "Sekali tidak, tetap tidak! Kalian sudah membuangku, tidak pernah menganggapku ada. Lalu untuk apa aku harus menurutimu? Kehidupanku yang sekarang sangat baik. Tanpa kalian." Jawab Sofia lagi, genggaman tangannya begitu erat pada Richard. Dia mendongak menatap Wajah pria itu yang tampak dingin seakan tak bersentuh. Hati Sofia menjadi tenan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN