Wibi merasa terjebak di sana. Dia terus berusaha mencari jalan keluar dari dimensi lain yang seolah menahannya di sana. Wibi merasa ada sebuah tabir yang mengelabui penglihatannya. Suasana terlihat persis sama seperti biasanya, hanya saja setiap kali Wibi melangkahkan kaki di tangga menuju lobi utama di lantai satu, setiap kali dia berbelok di tangga itu, seolah kembali lagi seperti saat dia hendak naik dari laboratorium bawah ke lobi belakang kampus. Padahal dengan sadar Wibi melangkah turun ke tangga menuju lantai satu. Lalu berbelok di tikungan tangga itu yang seharusnya turun ke bawah, tapi malah berujung naik lagi ke atas. Kembali lagi di lobi belakang kampus dan begitulah seterusnya. Wibi selalu berputar-putar di lantai dua kampus MIPA. “Astaga apa yang terjadi dengan saya?” Wibi be
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


