Wibi mengajak Ranti ke lobi belakang kampus. Mereka berjalan beriringan. Sesekali Ranti melirik ke arah Wibi yang terkadang terlihat dingin. Ada perasaan resah dalam hati Ranti, ada takut yang membuncah memenuhi sanubarinya, tapi semua itu ia abaikan, lantaran penasaran dengan apa yang akan Wibi ceritakan. Mereka berjalan melewati koridor dengan penerangan yang remang. Karena memang kampus mereka tidak ada kegiatan kuliah malam. Hanya ada sesekali yang memang darurat seperti kuliah Ranti tempo hari. Wibi melirik kepada Ranti yang berjalan di sebelahnya. Gadis dengan tinggi sebahu Wibi itu terlihat agak cemas. “Kenapa, Ran? Takut?” Wibi kembali melirik kepada Ranti. “Agak, lumayan ....” Ranti berkata jujur sembari menggaruk kepalanya. Wibi menggelengkan kepala diiringi senyuman tipis ket

