Arana memasuki sebuah ruangan dan disambut hangat oleh Vionica. "Apa kabar mu Arana?" Sapa Vionica. Arana duduk dihadapan Vionica. "Seperti yang kamu lihat." "Apakah kamu ingin melakukanya sekarang?" Tanya Vionica. "Sebentar." "Ada apa?" Heran Vionica. "Apakah dia masi sering berkonsultasi dengan dokter Ray?" Tanya Arana membuat senyum Vionica tertarik. "Kenapa kamu bertanya kepadaku?" Arana mendelik kesal melihat raut tak mengenakan dari Vionica. "Karena kamu kekasih dokter Ray." Vionica tertawa kecil. "Ya, dia masi sering berkonsultasi dengan Ray, dan sekarang dia mengalami kemajuan," jelas Vionica. "Baiklah, lakukan sekarang," pinta Arana. "Sebelumnya, apakah hubungan mu dengannya masih buruk? Ini sudah setahun Arana, waktunya kalian melupakan masa lalu," ucap Vionica. "Cepa

