"Mau ngapain lo?" Dengus Arana ketika Alma menghalangi jalanya. "Ada yang mau gue omongin sama lo." "Gue gak sudi ngomong sama orang yang ada hubunganya sama kematian mama gue!" Sarkas Arana. "Ini pe—" "Arana!" Arana menolehkan kepalanya ketika mendengar Vano memanggil namanya. "Bu Lusi minta kita buat ngembaliin soal yang kita pinjam buat persiapan Smart Dv waktu itu," jelas Vano yang berjalan mendekati Arana dan Alma. "Gue lupa bawa soalnya." Vano menyentil dahi Arana. "Padahal kemaren udah gue ingetin lewat chat." Arana meringis dan mengusap dahinya yang disentil Vano. "Lo kalau mau nyentil pakai perasaan dikit lah, sakit b**o!" Umpat Arana. Vano mengembangkan senyumnya dan mengusap rambut Arana. "Perkembangan lo cukup bagus, sekarang udah ngomong pakai banyak kata." Arana men

