"Udah gue duga Alma gaterlibat sama pembunuh mama lo," ucap Valdo. "Terus sekarang kita harus apa?" Tanya Arana. "Cari tau tentang orang yang selama ini neror lo," ucap Zean dianggukki Valdo. "Gue udah beberapa kali lacak nomornya tapi gue ganemuin apa pun," jelas Arana. "Sepintar-pintarnya orang nyembunyiin mayat pasti bau nya kecium, jadi sepintar apa pun dia, pasti bakal tinggalin jejak tanpa sengaja." Arana teringat ucapan Lea, mama Valdo di taman waktu itu. "Dia selalu ada disekitar gue," ucap Arana. Bughh! Valdo jatuh tersungkur ketika balok kayu menghantam tubuhnya dari arah belakang. Mereka semua kaget dan sontak menoleh kebelakang Valdo dimana beberapa orang berbadan kekar dengan s*****a tajam mengepung mereka. "Kalian mau apa?!" Tanya Vanya emosi karena melihat saudaranya

