Melodrama

1202 Kata

Hasna melangkah lebar dan cepat keluar dari kafe. d**a wanita itu terasa amat sesak, dia tak ingin tangisnya pecah di sana, apalagi di hadapan Azka. Dia tak mau pria tersebut besar kepala dan mengira tangisan itu untuknya. Tidak! Justru Azka adalah seseorang yang tidak akan pernah dia temui lagi. Sangat dalam luka yang pria itu torehkan, Hasna tak ingin lagi pria itu masuk dan mengobrak-abrik hati yang kepayahan telah dia tata kembali. Masih lekat di benak Hasna, betapa sulit dia bangkit dari keterpurukan. Bertanya-tanya kepada diri sendiri, apa yang kurang darinya? Apakah karena tak suka berdandan, maka dianggap tak menarik? Padahal tanpa berdandan pun dia merasa sudah cukup cantik. Kulit eksotis dengan tulang hidung yang tinggi, bibir sensual, dan mata bulat yang jernih. Sangat banyak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN