Bab 1 Tuan Muda yang Sangat Tampan

1224 Kata
“Dua mangkuk seblak pedas level 9 di meja 7, ya!” teriak seorang pria di sebuah warung pinggir jalan sambil membersihkan meja yang sudah ditinggalkan pembeli beberapa detik lalu. “Baik!” teriak seorang wanita muda dengan nada ceria, kedua pipi halus dan putihnya merona penuh semangat. Wanita yang memakai pakaian putih lengan panjang dan apron kotak-kotak merah putih ini dengan gesit membuat pesanan yang telah disebutkan tadi. Tuk! Pesanan tersebut dengan cepat sudah selesai dibuat. Kuah merahnya yang panas menggoda begitu berkilau dan membuat air liur menetes sekali lihat! Uap panas mengepul di udar ketika kedua pesanan itu sudah nangkring di atas meja yang terhubung langsung dengan dapur wanita muda berapron ini. “Pesanan 2 seblak pedas level 9 sudah siap!” teriak pria yang tadi meminta pesanan, menaruhnya ke dalam nampan sambil tersenyum manis kepada wanita di seberang meja. “Kerja bagus, Citra!” puji pria muda itu sebelum membawa nampan ke meja 7. Wanita yang bernama lengkap Citra Manis Rembulan Haditama ini tersenyum membalasnya, kedua bahunya naik sambil memberikan jempol setinggi bibir. Tadi itu adalah pesanan terakhirnya di jam-jam sibuk, sekarang waktunya untuk bisa bernapas lega sebelum jam sibuk di sore hari kembali dimulai! “Kamu istirahat dulu, ya. Biar bapak yang bersihkan dapur. Kamu pasti masih harus belajar, kan, buat ikut ujian CPNS itu?” Sang ayah muncul dari arah belakang sambil membawa sekeranjang piring bersih. “Tidak apa-apa, ayah. Lagipula, kan, Citra tidak gratis kerja di sini. Dapat uang saku juga,” kekehnya dengan wajah berseri-seri, kedua mata melengkung lembut. Sang ayah menggeleng dengan kedua alis dinaikkan. Baru saja Citra ingin berkata sesuatu, mulut sudah membentuk huruf O, persi ikan mas koki, eh, tiba-tiba matanya membulat saking kagetnya mendengar bunyi klakson dari luar. Alhasil, tampilan Citra kini bagaikan komedian wanita yang terlihat sedikit konyol. “Wuah! Sepertinya dia datang lagi, tuh,” goda sang ayah. Mendengar itu, Citra langsung merajuk kesal. Menghela napas berat bagaikan tengah sedang menghadapi banteng. Citra membalikkan tubuh, dan dengarn gerakan itu, wanita berambut hitam panjang lurus diikat satu berhias bandana kain merah ini, langsung memasang senyum manis yang dibuat-buat, khas ala-ala sambutan untuk para pembeli yang datang ke warung kecil keluarganya itu. “Selamat datang di warung kami, ada yang bisa dibantu?!” teriak Citra penuh semangat bagaikan seorang sales girl profesional. Sebuah kaki berbalut celana panjang hitam melangkah masuk ke dalam pintu masuk warung tersebut. Dari sepatu hitam mewahnya saja bisa diketahui kalau pendatang ini bukanlah orang biasa. Sepatu kulitnya terlihat mahal dan berkilau menampakkan strata dunianya yang sangat berbeda dengan tempat penuh orang biasa dan berada di pinggir jalan. Senyum tampan dan sedikit nakal tersemangat kepada wajah pendatang berambut medium cokelat emas ini. Wajahnya sangat elegan dan begitu galak, namun sangat rupawan. Di tangan satunya, terdapat sebuah buket bungan mawar yang sudah dibungkus dalam plastik merah muda yang begitu cantik dan menyenjukkan mata. Tentu saja senyum ini khusus diberikan kepada wanita yang tengah berdiri melongo bodoh di balik meja di sana. Pria ini bermata biru terang yang sangat indah bagaikan sebuah danau jernih. Ketampanannya yang nakal dan dewasa itu membuat Citra merona malu tanpa sadar. “Apa aku datang terlambat hari ini? Kalian masih ada stock seblak kesukaanku, kan?” tanyanya dengan nada suara yang sama tampan dan manisnya dengan fisik pria berjas panjang cokelat khas seorang CEO muda ini. “Ka-ka-kau terlambat! Sudah aku bilang, kan, kalau tuan muda harus datang paling tidak 30 menit sebelum jam makan siang selesai?”Citra melirikkan matanya gugup, terlihat ada kebohongan kecil di sana. Pria tampan di depan pintu masuk mendekat, lalu menjulurkan bungan kepadanya. “Untukmu. Hari ini kau lebih cantik daripada bunga ini,” pujinya dengan wajah tersenyum tulus. DEG! Jantung Citra bagaikan tengah ditusuk lebah yang sedang berdendang riang, sangat berdenyut-denyut aneh, tapi sungguh terasa manis. “Ti-tidak perlu! Aku, kan, sudah bilang jangan bawa hal-hal aneh ke warung! Berapa kali aku harus mengatakannya kepadamu, tuan muda?!” jelasnya dengan kedua yangan berkacak pinggang, terlihat galak dibuat-buat. Sang pria menghembuskan napas geli, lalu sebelum duduk di kursi panjang yang tersambung dengan dapur itu, dia menyengkanya lebih dulu dengan sebuah sapu tangan. Detik berikuntnya, entah sejak kapan di belakangnya sudah berdiri seorang pria muda seusianya yang menerima sapu tangan kotor tadi. “Kalau begitu, saya akan makan di meja 2 baris dari Anda, Pak!” ujar pria muda ini. Sang pria tampan yang sudah duduk ini tidak berbalik, hanya ber ‘hmm’ rendah, mata tertuju kepada Citra yang sudah memegang buket bunga itu karena didesak olehnya. “Tolong siapkan seblaknya, sayangku,” ucapnya dengan mata tersenyum indah, ketampanan pria berdarah bule ini langsung naik drastis. Napas Citra tertahan kuat. Ketampana pria ini memang tidak masuk akal! Dia dengar, dalam keluarganya memang suka sekali menikah dari berbagai macam negara, hingga saat ayahnya yang berasal dari Amerika menikah dengan ibunya yang berdarah Indonesia-Jepang membuat sosok tuan muda dari salah satu keluarga terkaya di negeri ini lebih tampan daripada aktor mana pun yang sudah Citra lihat sebelumnya. Kulitnya bukan hanya putih bersih seperti s**u, tapi juga terlihat halus sangat terawat. Bagaimana mungkin pria seperti pangeran sempuran ini menyukainya sejak pandangan pertama? Hari ini, jika wanita berapron merah ini tidak salah hitung, maka sudah 7 bulan 7 hari tuan muda ini berkenalan dengannya sejak kali pertama tiba-tiba menyatakan cinta kepadanya dan memaksanya menjadi istrinya. Memaksa, loh! Bukan melamar! Benar-benar pria gila! “Tuan muda tidak dengar? Saya sudah bilang, kan, kalau seblaknya sudah habis?” balas Citra berbohong, sengaja karena tak ingin pria ini terus-terusan datang ke warung dan membuat banyak hal-hal yang bikin kepala pusing. “Jangan bohong, Citra sayangku. Kalau terus bohong, mau kuratakan warung ini dengan tanah?” ancam sang pria tampan yang mulai menampakkan sifat aslinya, angkuh dan arogan, tapi ada kenakalan manis dari pembawaan tubuhnya. Buket buket tadi dihempaskan ke atas meja panjang di depan sang pria. “Dengar, tuan muda! Saya tahu kalau Anda ini sangat suka makan seblak, tapi kalau harus makan sampai berjam-jam sampai warung tutup, bukankah itu keterlalun?!” Sebelah kening Citra bergerak-gerak menahan rasa kesal. Dengan dagu terangkat arogan, tatapan nakal dan dewasanya, sang tuan muda berkata dengan angkuh, “kenapa tidak boleh? Keterlaluan seperti apa? Bukankah aku bayar beserta sewa duduk di meja warung ini? Kenapa kau berbicara formal lagi kepadaku? Bukankah aku sudah melarangmu berkali-kali?” Pria ini mengatakannya dengan nada cepat tanpa jeda, keningnya yang bertaut jengkel makin membuat raut wajah tampannya mengeluarkan pesona alaminya yang memikat. “Zayan Lucas Dafian Alfariziq Theodore Wistara Atmaja....” ucap Citra berbisik pelan menyebut nama lengkap super panjang sang tuan muda, raut wajahnya datar tanpa emosi ke arah pria tampan di depannya. Jelas-jelas sangat muak. “Ya?” jawabnya dengan senyum bloon tampannya, sebelah kening naik sambil bersedekap dalam posisi bak seorang supermodel yang angkuh. “KELUAR DARI WARUNG INI! DAN BAWA SEMUA BARANG-BARANG ITU JUGA BERSAMAMU!” teriaknya galak bak kucing diinjak ekornya, menunjuk marah kepada rombongan karyawan toko elektronik yang tanpa izin dan sapaan membawa masuk 2 buah kulkas minuman sebagai pemberian dari sang tuan muda. ----- Harap maklum jika typo bertebaran, nanti pasti akan diedit jika sempat.^^ Jangan lupa tap love, ya, guys! Makasih! :) -------------- STATUS: HIATUS TANPA BATAS WAKTU YANG TAK DIKETAHUI DEMI ALASAN KESEHATAN AUTHOR. TAPI, AKAN DIUSAHAKAN GRATIS SAMPAI TAMAT JIKA KEMBALI UPDATE. MOHON MAAF BAGI YANG SUDAH MENUNGGU LAMA. AKAN UPDATE SESEKALI JIKA MEMANG ADA KESEMPATAN. ==========================

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN