"Kamu siapa?" pertanyaan itu mengiang-ngiang dalam otak Vero. Bagaimana bisa Bagas bertanya seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi? "Gue Vero!" "Vero?" ulang Bagas. Raut wajah penuh kebingungan masih bertahan bahkan kali ini lebih dalam daripada sebelumnya. "Iya gue Vero." Jangan tanya bagaimana perasaan Vero sekarang, ia bahkan tidak mampu untuk menjabarkan perasaan kacau itu. Bagas melupakan dirinya? Ini sangat tidak masuk akal. Vero bahkan tidak bisa percaya. Bagas melihat ke segala sisi, ia memperhatikan ruangan dengan penuh tanda tanya. "Saya ada dimana?" "Bagas?" panggil Vero. "Ya," balas Bagas sambil melihat ke arah Vero. Jawaban itu membuat Vero ingin mengumpat keras. Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini Bagas malah mengerjai dirinya. Tolong kembalikan akhlak Bagas yang

