Flashback II (Sebab Kematian)

2097 Kata

Patah hati, ya itulah yang Ayana rasakan sekarang. Dia bahkan tidak menyangka kenyataan buruk menghancurkan harapan. Ternyata memang benar, patah hati terasa amat menyakitkan. Tidak ada orang yang mau merasakan rasa sakit, jika ada berarti mereka tidak normal. Ayana tidak keluar dari kamar sejak malam itu. Dia memang bersikap kekanak-kanak, seharusnya tidak perlu sampai bertindak seperti ini namun mau bagaimana lagi? Ayana bahkan tidak mengerti tentang dirinya sendiri. Kedua orang tua Ayana sangat-sangat khawatir melihat keadaan anak sulung mereka yang menjadi pendiam. Meskipun demikian, baik Mama Lia maupun Papa Rendra tidak bisa marah kepada Yudi yang telah menyakiti sang anak. Jika sudah menyakiti fisik maka Rendra akan turun tangan. Rendra sudah sering mengingatkan sang anak untuk jat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN