Ivander menyeringai, dia menatap wajah polos Lysia dan akhirnya pikirannya langsung berkelana. Melihat wajahnya yang cantik, lengkungan alis yang sempurna dan bibir tipis itu membuat hasratnya sebagai seorang pria langsung saja berkelana. Bahkan saat ini bahu dan d**a Lysia masih terekspos dan membuat aliran darahnya berdesir hebat. Sekarang, wanita di hadapannya ini tidak bisa untuk mengelak lagi, dia harus menerima tawaran itu mau tidak mau. Lysia pun mengelap sudut matanya yang mengeluarkan air mata. Mendongak dan akhirnya memutuskan untuk. "Aku akan menikah denganmu," terang Lysia dan berhasil membuat Ivander merasa angkuh. "Cih, rupanya kau sekarang ingin menikah denganku. Bukannya kau yang selalu menolaknya selama ini? Bahkan sampai rela menjadi–" terang Ivan "Sudah cukup hent

