Bab 77

1073 Kata

Lysia merenung dengan nasibnya. Dia tiba-tiba saja teringat akan perhatian ayahnya Pak Broto kepada Ibunya. Saat ini tatapan Lysia pun menjadi sedikit berbinar ketika melihat perhatian Yandi yang terlihat begitu perhatian seperti ayahnya. “Oh Tuhan, aku merindukan ayah dan Ibu,” gumam Lysia pelan. Sampai saat ini Yandi masih asik dengan pekerjaannya yaitu membantu menyetrika pakaian. “Kamu selalu menyetrika dan mencuci dengan tanganmu sendiri. Padahal kondisi tengah mengandung saat ini, bagaimana kalau kamu mempertimbangkan aku untuk mendampingimu setelah aku berhasil menceraikan Kitty?” tanya Yandi. Lysia tersadar dari lamunannya dan langsung saja berdiri, “jangan sampai berpikir ke arah sana. Karena saya tidak bisa membuka hati terhadap siapapun,” ucap Lysia tegas. Lysia dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN