Olivia menepati keinginan Vincent untuk datang. Bukan karena takut lelaki itu benar-benar melaksanakan ancamannya, tetapi ia merasa bersalah pada lelaki tersebut. Mengetahui kalau Vincent ada di dalam, Olivia pun menekan, bel. Tidak lama setelah menekan bel, pintu tersebut pun dibuka. Belum juga sempat masuk, Vincent dengan sigap mengunci pergerakan Olivia ke dinding yang berada di lorong apartemen, lalu dengan rakus, ia menyesap bibir Olivia. Olivia yang khawatir kalau-kalau ada yang melihat mereka berciuman, langsung menolak tubuh Vincent ke belakang. Setelah tercipta sedikit jarak di antara mereka, Olivia langsung memandang Vincent dengan tatapan tajam. "Apa yang kau lakukan, Tuan. Bagaimana kalau ada orang yang melihat, hah?!" Olivia sedikit meninggikan suaranya. "Memangnya kenapa

