SELESAI dari mengajak sarapan bubur bersama, Alden bergegas untuk pulang ke rumah ia dan Trisha tinggal. Rumah kontrakan lebih tepatnya. Alden mengendarai sepeda motor dengan hati senang. Terlihat dari kedua sudut bibirnya yang tak lelah tertarik ke atas. Akhirnya, setelah menanti bertahun-tahun, Dokter Pian memberi kabar bahwa Trisha bisa mendapat donor mata. Sudah 4 tahun lebih Trisha hidup dalam kegelapan, tidak bisa melihat apa-apa. Sedikit lagi, penderitaan itu akan berakhir. Sesampainya di rumah kontrakan, Alden segera memarkir sepeda motor di depan rumah. Ia langsung masuk rumah sambil membawa kantung plastik berisi bubur untuk sang adik. "Cha?" panggil Alden. Ia menoleh ke penjuru ruang, mencari keberadaan sang adik. "Cha? Kamu di mana? Ini Kakak udah pulang. Buburnya juga udah

