*** "Actually, Yes. We married after this." "... Wait? Apaan sih?" Vivian bertanya bingung. Mengabaikan sate miliknya padahal dirinya sudah sangat kelaparan. "Kamu masih nanya? Kita segera menikah," jawab Keano sambil terus melahap sate di tangannya. "Aku belum jawab iya." Meletakkan sterofoam, Keano mengamati gadisnya dengan tatapan menyipit. Pria itu mulai mengeluarkan jurus mengintimidasinya. "Kamu bilang itu tadi. Aku masih inget, ya." "Ken ...?" Tatapan mata Vivian menyorot Keano memprotes. Demi apapun dia masih belum mengerti, pura-pura tidak mengerti lebih tepatnya. Trauma itu ... Trauma pernikahan tentu masih belum bisa sepenuhnya hilang dari benaknya. Keano yang mengerti segera melembutkan matanya. Sorotnya berubah hangat. "Aku tau kamu masih belum bisa menghilangkan

