Chapter 18

1013 Kata

*** Manik coklat muda itu berputar malas saat menyaksikan kehancuran apartemen milik kakak keduanya. Kara sudah menduga tempat ini akan menjadi layaknya kapal Titanic setelah menabrak bongkahan es ketika keponakannya yang super nakal itu datang. Kara berjalah hati-hati, berusaha agar kakinya tidak menginjak mainan-mainan yang berserakan di ruang tengah. Pantas saja kakaknya tidak betah berada di apartemenya sendiri ketika bocah kecil itu ada di sini, Kara pun pasti akan mengamuk jika apartemen kesayangannya menjadi porak poranda seperti habis tertimpa badai salju. "Tante Kara!" Suara cempreng milik Abid membelah kesunyian. Keponakannya itu duduk di depan layar berukuran empat puluh dua inch, tangannya memencet stik play station dengan keji. "Papa kamu mana?" Kara menanyakan keberada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN