*** Hujan yang membasahi Ibu kota tak membuat seorang Rima mengurungkan niat membawa sahabatnya ke kedai kopi yang sering dia ceritakan. Baru sekarang mereka bisa mengunjungi tempat ini setelah sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sambil menyesap kopinya Rima terus mengamati Vivian yang dari tadi terus bersidekap dengan pandangan keluar jendela. Menatap hujan yang belum juga reda dengan pandangan kosong. Coffee Tree yang mereka duduki saat ini memang didesain menggunakan kaca di satu sisinya. Membuat para pelanggan dapat dengan leluasa melihat pemandangan apapun yang ada di luar. Rima menghembuskan napas. Dia tentu saja tahu sahabatnya itu sedang memasuki tahap galau. Dan penyebabnya pasti tidak jauh-jauh dari dokter seksi yang bernama Keano itu. Dari tadi menunggu Vivian untuk ber

