Chapter 33

909 Kata

*** Wajahnya memucat. Ya, ini memang sudah diduganya sejak awal, kan? Namun kenapa rasanya masih sesakit ini? Padahal dia sudah memprediksi sebelumnya. Lalu, apa katanya? Jadi Keano sudah tahu dan memilih merahasiakannya? Membuat Vivian tampak bodoh beberapa hari ini karena sempat merasa bersalah? Hari ini perasaan Vivian benar-benar tidak karuan, sampai-sampai dokter Fredi, yang bertugas dengannya di IGD hari ini menyuruh Vivian untuk beristirahat saja. Seolah wajahnya yang pucat dan matanya yang memerah bisa dilihat langsung oleh dokter paruh baya itu. Awalnya Vivian menolak untuk beristirahat, tapi karena takut konsentrasinya pecah dan mengganggu pasien akhirnya Vivian menurut dan memilih pulang. Rima yang melihat penampilannya saat membuka pintu tentu saja terheran-heran. "Lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN