POV Vicenzo Aku adalah ombak yang sejak usia 20 tahun, menatapmu dari kejauhan. Gelombang diam yang mengagumi pantai keindahan jiwamu. Dalam sunyi, aku menjaganya seperti bulan menjaga rahasia malam, menyimpannya dalam d**a, benang cinta yang kusimpul rapat tanpa pernah terucap. Kau itu seperti bintang polestar di langitku, aku menavigasi hidup dengan mengikutinya dalam diam, tanpa pernah berharap lebih dari sekadar melihatmu bersinar. Tapi badai datang ketika kau memilih pria lain sebagai pemilik hatimu. Aku ingin sekali marah, mengutuk seluruh isi dunia yang menurutku sangat tidak adil. Aku muak, aku ingin menghancurkan segalanya seperti hatiku yang telah hancur berkeping-keping. Serpihan kesedihan yang menusuk dalam-dalam, samudra harapanku surut, meninggalkan pantai yang gersang dan

