Zoya baru terbangun saat tubuhnya diletakkan dengan lembut pada sofa, wanita muda itu terbelalak mendapati wajah Enzo yang begitu dekat. Bukannya apa-apa, hanya kaget saja karena ada sosok pria yang sangat dekat. Setelah dipandang ternyata Zoya baru sadar jika itu adalah suaminya sendiri. “Sayang, kau mengagetkanku saja.” Bibir Zoya mencebik kesal, mencoba mengumpulkan kesadaran yang tersisa. “Kenapa bangun? Ayo tidur lagi saja.” Enzo menanggapinya santai, pria itu justru ikut merebahkan tubuhnya di sofa. Meletakan kepala Zoya pada bahunya. “Tidur? Memangnya kau sudah selesai meeting?” Bola mata Zoya mengedar menatap ruangan di sekelilingnya yang ternyata sudah berbeda. “Ehem. Katanya kangen, dipeluk gini aja atau gimana?” Enzo menjawab dengan gumaman rendah, bibirnya bergerak lemb

