Part 25

3808 Kata

Suasana di kediaman Tama begitu sepi, Runa hanya berdua bersama Ina di rumah besar itu. Sejak siang Dini dan Tama pergi mengunjungi keluarga mereka di luar kota. Sedangkan bu Warti belum kembali dari kampung. Satu-satunya lelaki di rumah itu belum pulang dari kantornya padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Suara petir terdengar begitu kencang membuat bahu Runa terangkat karena terlalu kaget. Tangannya mengusap d**a untuk menenangkan dirinya sendiri. Suara air yang berjatuhan sejak satu jam yang lalu terdengar berjatuhan menghantam atap rumah. Runa yang duduk di ruang keluarga sendirian hanya bisa memeluk bantal sofa. Ia tak berani menyalakan televisi takut nantinya televisi besar itu tersambar petir seperti yang di katakan oleh pamannya dulu. “Ina," teriak Runa. "Iy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN