Runa termenung diatas ranjangnya. Hatinya benar-benar tak tenang. Enam jam pasca persalinan ia belum melihat anaknya. Air matanya menetes jatuh membasahi bantal yang menyangga kepalanya. Ia merasa gagal menjadi seorang ibu, ia merasa semua yang terjadi pada anaknya adalah kesalahannya. "Tuhan, apa ini hukuman dari-Mu, kenapa Engkau begitu jahat padaku, kenapa?" ucap Runa ditengah isak tangisnya. Ia menyembunyikan wajahnya di bantal saat mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Irsyad masuk dengan wajah lesunya. Pakaian lelaki itu sudah berantakan, ia benar-benar kacau dengan rambut yang sudah acak-acakan. Irsyad berjalan mendekati Runa yang memunggunginya. Perlahan lelaki itu duduk di sisi ranjang rumah sakit. Mengulurkan tangannya ke pinggang Runa dan mendekap perempuan yang telah menjad

