Tangan putih halus itu menggengam botol kecil dengan penuh kemarahan. Kemarahan yang tak bisa di lampiaskan pada siapapun. Gendis. Wanita itu menyimpan amarah besar pada dirinya sendiri, semua mimpinya ia rusak sendiri dengan kebodohan-kebodohan di masa lalunya. Seharusnya ia tak melakukan hubungan yang melewati batas, harusnya ia bisa menjaga dirinya, harusnya ia memakai akal agar kehamilan di luar nikah itu tidak terjadi. Tapi kenyataannya? Akalnya itu malah menjerumuskannya pada hal yang lebih bodoh dan menambah dosa di hidupnya. Menggugurkan. Bukan. Lebih tepatnya ia membunuh anaknya sendiri yang sudah berusia hampir lima bulan di dalam perutnya. Anaknya yang sudah memberikan tanda kehidupan berupa gerakan-gerakan halus agar sang ibu bisa merasakan kehadirannya itu di lenyapkan h

