Menikmati langit malam di atas balkon rumah menjadi kesenangan tersendiri untuk Irsyad, hitamnya langit yang kadang di taburi bintang membuat hatinya terasa tenang. Walau kadang tak selamanya langit gelap dihiasi bintang tapi Irsyad tetap merasa hatinya tentram tatkala menengadahkan kepalanya. Berbeda dengan Runa, ia tak terlalu suka menatap gelapnya langit malam, ia tak benci hanya saja untuk menatapnya selalu membuat Runa merasa ciut. Melihat ke atas membuatnya merasa kecil di dunia ini, melihat pekatnya malam mengingatkannya pada masa kelamnya. Tapi kini perempuan yang menginjak usia kehamilan tiga puluh empat minggu itu sedang duduk di teras rumahnya bersama sang suami. Duduk bersebelahan dalam diam dan sama-sama menatap malam yang minim bintang. "Kamu enggak kangen sama Mama?" tanya

