Kini giliran Jaksa Pembela yang sedikit tegang. Ia melirik sebentar ke arah Pak Daud. Sedangkan Pak Daud dan Xavier terlihat tenang namun matanya mensiratkan ancaman. "Saya keberatan yang mulia". Teriak jaksa pembela. "Jika ada penculikan, mengapa saudari Nada tidak berteriak? Bukankah jika dia berteriak banyak orang yang akan mendengar? Jelas disana banyak warga, mereka pasti akan menolong jika melihat seseorang dipaksa melakukan sesuatu yang orang itu tidak mau". "Bagaimana bisa berteriak, saudari Nada tentu saja dibius, dan perlu juga saya tekankan bahwa saudara Xavier tidak sendiri dalam melakukan hal ini, dia dibantu oleh beberapa orang, lalu sebagai wanita melawan beberapa orang laki-laki sendirian, apakah dia mampu?". "Itu tidak benar yang mulia". Teriak jaksa pembela. "Seperti

