Pulang

1000 Kata

Sam mengacak acak rambutnya hingga kusut, "Arrgggghhhh". Sungguh kesal sekali perasaannya saat ini. "Arrgggghhhh". Sam meraung raung lagi. Dia tidak menyangka Tasya bisa berubah seperti sekarang, hanya tiga tahun bisa merubah orang menjadi menjijikkan. Sam menarik nafas panjang dan menghembuskan lewat mulut, diulanginya berkali kali hingga perasaannya menjadi tenang. Sam mengambil handphone di nakas samping ranjang memandangi foto Nada yang dikirimkan oleh Dito waktu mengintai dulu, Nada tidak secantik Tasya, tapi wajah Nada yang manis membuat Sam tak bisa berpaling ke wajah yang lain. Setelah nafasnya menjadi normal, didialnya nomor telpon Nada. "Halo". "Halo maylo, kamu lagi apa?". "Lagi di perpustakaan, bentar lagi kan ujian semester Sam". Jawab Nada. Udah mau ujian aja, rupany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN