Mengobrol dari hati

1510 Kata

Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Namun mata Nada masih belum bisa terpejam. Ia mencoba dengan berbagai posisi tidur yang nyaman namun semuanya tidak berhasil membuatnya tertidur. Nada masih galau tingkat dewa tentang usulan Sam yang mengajaknya bertunangan. Akankah ia menyetujuinya?. Bangun dari ranjang kemudian menyalakan lampu kamarnya. Nada duduk termenung seorang diri. Ibu yang selalu mendukungnya kini malah menyarankan agar putus dengan Sam. Sedangkan bapak tidak berbicara apapun namun kediamannya justru membuat Nada gundah. Nada kemudian memakai sandal dan keluar kamar. Dengan segera menuju kamar Saras yang ada di sebelah kamarnya. Kamar Saras dan Mitha diketuk bergantian oleh Nada. "Mitha, Saras.. buka pintunya". Nada tidak bisa menggedor terlalu keras karena ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN