Kedatangan kakak

1010 Kata

Air dingin menyiram tubuhnya. Badannya bergetar hebat, dingin, sakit, remuk, nyeri dan berdarah. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki hanya sakit yang dia rasakan. Ingin sekali dia terpejam, melupakan rasa ini sebentar saja, namun pakaian di tubuh belum juga kering sudah diguyur air lagi. "Bangun loe". Dengan susah payah Erga terpaksa membuka matanya. Rasa kantuk yang tadi datang kini sudah menghilang selaras dengan rasa nyeri yang timbul di seluruh tubuh. Matanya perlahan menatap seseorang yang berdiri tepat di depan. Orang itu menatap balik dengan jijik setelah itu bergeser ke samping. Dari balik pintu ada 3 orang berjalan mendekat. Yang di tengahnya dia sudah sangat mengenalnya. Sam!. Kemana muka Erga yang ganteng kemarin? Ups?! Lebih ganteng gue lah... Batin Sam. Dilihat dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN