Hukuman

1001 Kata

"Sam.. kamu ngapain sih. Aku lagi cuci piring". Nada semakin menggeliat kesana kemari, telinganya sudah sangat geli diterpa hembusan nafas Sam yang semakin panas, belum lagi cucian masih banyak, tangannya licin penuh busa, ingin sekali menghempaskan tangan Sam yang nakal di perutnya namun Nada hanya bisa memarahi Sam agar dia menghentikan tindakannya. Sam masih terus menciumi rambut Nada, telinga bahkan tengkuk leher Nada yang tertutup rambut. Sam sungguh kangen dengan Nada, Sam ingin memeluk Nada sambil membayangkan seorang suami yang sedang memeluk istrinya dari belakang, romantis bukan?. "Kamu cepetan cuci piringnya". Pinta Sam dingin. "Huh.. Mangkanya jangan gangguin dong". Sam lalu melepaskan pelukannya. Namun ia masih di belakang Nada. Nada buru-buru menyelesaikan pekerjaannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN