"Benar hanya perkenalan saja?". Mata papa menyipit seperti sedang menginterogasi pelaku kejahatan. "Bukan karena kamu minta papa suruh nikahkan kamu kan?" Apa papa tau ya?. Pertanyaan papa sungguh terlalu terbuka. Sebenarnya ada sedikit benar. Sam bisa kok tunangan dulu, karena Sam yakin dirinya setia pada satu pasangan, dan sepertinya untuk hidup bersama Nada kelak juga tidak akan membuatnya bosan. Justru Sam menantikannya. Tapi untuk menuju itu banyak jalan yang harus ia lewati dan harus mempersiapkan bekal agar sampai ke sana. Mereka masih kuliah, belum lagi mereka harus menabung untuk acara pernikahan dan biaya hidup setelah menikah. Memang sekarang penghasilan bengkel dan laundry cukup untuk menghidupi diri sendiri tapi kelak dia juga akan menghidupi istri dan anak, sehingga ia haru

