Pertarungan

1001 Kata

Tak pernah sekalipun terbayangkan di fikiran Nada, adegan kekerasan yang lebih mirip keroyokan saat demo di depan gedung parlemen, dimana semua orang saling pukul, kaki menendang sangat kuat, sampai badan tersungkur ke tanah berkali kali terpampang jelas didepan matanya. Masih lebih baik nonton di movie, saat live sungguh menguras adrenalin kita, tidak ada adegan artistik yang membuat kita bilang. "Ayo, terus, tonjok musuhnya, jangan kasih ampun!". Dengan keras Nada berteriak. "Stop" atau, "Berhenti", tapi gak ada yang mendengar. Bahkan Tubuhnya sempat beberapa kali ditabrak orang saat berkelahi. Sakit. Hingga Kelompok Doni masuk untuk membantu, anggota kelompok Xavier ternyata cukup banyak, tadi yang dikira berjaga di depan ruangan Nada hanya 10 orang, kini muncul puluhan orang lagi yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN