Malam ini Devita begitu senang dan gembira, suasana yang romantis tak membuat Jerry berubah menjadi orang yang serius, justru kekonyolannya serta tingkah lakunya yang riang dan lucu membuat suasana makan malam ini lain dari pada yang lain. Sepanjang waktu tak ada hentinya bibir ini tersenyum dan tertawa. "Udah Jer, stop. Perutku sudah kram sebab terlalu banyak tertawa". Pinta Devita dengan sangat, ia rasanya sudah lemas karena terlalu banyak tertawa. "Woi... Aku gak ngapa-ngapain terus kenapa kamu ketawa Dev?". Kata Jerry yang masih menggodanya. "Tuh kan gak ngaku lagi, pengen di timpuk pakai botol apa". "Jangan dong Dev, kasihan botolnya pecah, itu mahal lho Dev". "Ha ha ha kamu lebih kasihan sama botolnya apa sama dompet kamu". "Dua-duanya dong, kalau botolnya nangis gimana? Terus

