Nada berdiri dari duduknya untuk menyambut kepala cabang yang rupanya baru datang, namun... "Hah? Mengapa dia lagi!". Nada cukup terkejut yang berjalan ke ruangan ini bukanlah kepala cabang Bank XYZ tapi malah Pak Benjamin. Ngapain dia di sini?. Benjamin berjalan menuju ruangan kepala cabang dengan langkah yang berirama. Sampai di depan pintu Nada mengucapkan selamat pagi sambil menunduk, "Selamat pagi pak". "Selamat pagi, kamu Nada kan? Temannya Saras?". Tanya Benjamin. "Benar pak". Jawab Nada sambil menunduk. Rupanya wajah Nada sudah diingat betul oleh Benjamin sehingga ia selalu bisa dikenali. "Memangnya dibawah ada apa kamu sampai menunduk terus?". "Gak ada apa-apa pak". Nada langsung mendongak tapi tetap tidak berani menatap mata Benjamin. "Kamu harus menatap orang yang seda

