Nada tidak tahu apa yang sedang terjadi, mengapa hari ini mendadak mbak teller pergi laporan ke kantor cabang Malang duluan, bahkan sebelum jam pelayanan bank selesai. Bukannya biasanya Nada dan perwakilan teller untuk laporan mingguan ke kantor pusat berangkat sama-sama dan diantar dengan mobil kantor. Nada 1000% menduga bahwa ini adalah ulah pak Benjamin. Jika bukan dia siapa lagi yang mampu dan punya wewenang untuk menugaskan mbak teller berangkat duluan ke kantor pusat, sedangkan dirinya justru harus berangkat berdua dengan pak Benjamin dalam satu mobil. Nada ingin sekali menolaknya, bahkan ia sudah berpura-pura tidak enak badan di depan Bu Nanik supaya ia bisa terhindar dari tugas laporan ke kantor pusat. Sayangnya kekuatan Bu Nanik masih kalah hebat dibandingkan pak Benjamin. Ia tid

