Twenty-Three

1188 Kata

Malam menjelang. Aku yang tadinya asyik tiduran sambil memasang masker di wajahku, langsung terlonjak saat mendengar deru mobil memasuki pekarangan rumahku. Aku hafal dengan suara mobil itu. Aku yakin itu adalah mobil Bisma. Aku berlari ke kamar mandi untuk mencuci wajahku kemudian segera mengeringkannya. Aku segera berlari menuruni tangga hingga Kak Elang tampak bingung dengan tingkahku. Aku tidak peduli. Aku berlari ke arah pintu dan mendapati Ibu yang tengah membukakan pintu untuk seorang tamu. "Bisma!" pekikku. Ibu membalikkan badan ke arahku kemudian tersenyum. "Mari masuk, Nak! Tante buatkan minum dulu." Ibu. Sesaat kemudian, sosok Bisma memasuki  ruang tamu membuatku melebarkan senyumanku. Bisma merentangkan kedua tangannya, dan aku pun segera menubruknya dengan keras. Aku meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN