CALISTA Baru saja aku memasuki kamar, tiba-tiba ponsel di nakas berdering kencang. Lagi-lagi nama Mami tertampang di sana dan lagi-lagi aku membiarkan panggilan itu begitu saja. Sudah seminggu ini, Mami berusaha keras menghubungiku. Pasalnya, aku masih tidak terima mengenai perjodohan konyol itu dan memilih untuk membiarkannya saja. Aku sedang malas mengurusi masalah perjodohan karena fokusnya saat ini hanya pekerjaan dan juga Mateo yang sedang berada di ruang kerjanya. Padahal Mami dulu lah yang mengatakan, kita harus hidup sesuai apa yang kita pilih. Fine, aku melakukannya saat memilih untuk sekolah kuliner selama empat tahun di London. Kemudian, saat ini, memilih tinggal di apartemen kekasihku tanpa ikatan hukum. Selama aku nyaman dan terlindungi, aku merasa tidak masalah. Toh, ini ja

