Aku tergolek di atas ranjang rumah sakit dengan perasaan letih dan lelah disertai kesedihan yang seolah menusuk. Aku tidak tau kenapa aku sangat ingin marah, padahal aku seharusnya merasa senang sudah bisa kembali pada Lee. Dia bahkan mengatakan akan menyelesaikan masalah ini agar aku bisa bebas dari b******n seperti Taeyang. Mendengar namanya saja sudah membuatku mual ingin muntah, dan aku bersyukur tidak pernah bertemu dengannya lagi setelah dirawat selama dua hari ini. Dia hanya mengutus Dalton yang aku tahu sangat malas mengurusku. Aku merasa hal baik terjadi meski aku sempat mengambil keputusan bodoh, konyol dan putus asa untuk mengakhiri hidup. Hanya saja satu masalah! Masalah amat besar yang aku tak tahu bagaimana akan menghadapinya. Tubuhku yang sudah sering terpapar dengan koka

